Senin, 28 Juni 2010

cara menyablon kaos

Afdruk sendiri merupakan sebuah tahap untuk merekam / meng-copy gambar di film ke atas screen. Obat yang digunakan sebagai ‘tinta’nya master cetak. Obat yang digunakan adalah Ulano TZ / Chromatin.
Langkah – langkahnya adalah;
  1. Sebaiknya bingkai screen yang baru dibeli, dicuci dengan sabun krim terlebih dahulu dengan menggunakan kain perca sebagai penyikatnya, dikhawatirkan ada bekas cairan cat yang mengering atau endapan debu dsb, yang dapat merusak jaring kain screen. Setelah dicuci dikeringkan dengan hairdryer (jangan terlalu dekat karena panasnya akan merusak kain screen) atau dengan kipas angin yang tidak membelakangi tumpukan pasir atau debu yang akan mengotori kembali screen yang sudah dicuci. Bisa dengan panas matahari, tapi dengan posisi screen berdiri,
  2. Sementara screen dibersihkan, campurkan Ulano dengan sensitizer, sesuaikan dengan pemakaian, jika Anda hanya membutuhkan satu screen berarti tidak perlu mencampurnya sampai satu botol ulano, disarankan Ulano yang telah dicampur diberi satu tetes tinta yang warnanya tidak termasuk di dalam warna yang akan disablon, agar mudah membaca detail-detail sesuai gambar,
  3. Setelah screen dinyatakan bersih dan kering, lapisi dengan ulano TZ menggunakan mika atau penggaris (boleh saja menggunakan rakel tapi kalau hasilnya terlalu tebal sebaiknya tidak menggunakan rakel), sesuaikan dengan besarnya gambar yang akan dicetak, bagian depan dan belakang bingkai screen,
  4. Jika screen benar-benar sudah tertutup Ulano, keringkan dengan hairdryer saja (jika menggunakan kipas angin akan sangat lama keringnya). Jangan pernah menggunakan cahaya apapun terutama panas cahaya matahari untuk mengeringkan,
  5. Setelah Ulano mengering, pindahkan gambar yang ada di film / klise sablon atau kertas HVS hasil printer yang sudah dilumuri minyak sayur. Dengan cara, letakkan gambar tersebut terbalik dibagian depan screen, ditutup kaca 5mm lalu bagian dalam atau belakang screen diberi bantalan kain hitam, pencahayaan bisa dengan dua cara, yaitu;
    - Cahaya UV dari Matahari, urutannya kaca, film, screen, bantal kain hitam (bisa ditambah pemberat lainnya untuk menekan bantal) hadapkan ke cahaya matahari selama + 20 detik.
    - Cahaya Lampu Neon 2 x 40watt, urutannya sama tetapi tidak perlu lagi kaca 5mm karena sudah ada di meja, jika menggunakan meja afdruk bedanya menghadap ke bawah ke arah lampu, sinari + 15 menit,
  6. Setelah disinari, screen disiram dengan air bersih terlebih dahulu, dipastikan tidak ada kotoran debu / batu kecil yang jika disemprot akan merusak, bukan hanya gambar yang sudah dipindahkan tetapi kain screen bisa rusak/robek. Juga fungsinya untuk melunakkan lapisan Ulano yang tidak terkena sinar,
  7. Semprotkan air dengan panduan gambar yang telah diprint, maksudnya agar detail-detail gambar yang sangat kecil mudah terbaca. (jika ada detail rusak karena semprotan air terlalu keras, lapisi Ulano dengan menggunakan Cutton bud),
  8. Setelah disemprot, keringkan dengan hairdryer, karena dibutuhkan angin dan panas agar lebih cepat mengering. Jika cuaca tidak mendung, boleh saja menggunakan panas matahari,
  9. Lapisi bagian pinggir Ulano di screen dengan lakban coklat, bagian sisi depan gambar dan belakang agar tidak terjadi tembusnya tinta yang tidak sesuai dengan gambar aslinya dan agar tinta tidak masuk ke sela-sela / pojok screen yang akan sulit dibersihkan,
  10. Lalu screen diberi catok jika ingin mencetak menggunakan meja,
  11. Kaos yang sudah dimasukan triplek bagian dalamnya diletakan di atas meja di bawah screen, jika memproduksi sablon dengan jumlah kaos yang sangat banyak, gunakan Mal / Pembatas agar ukuran/letak sablon sama,
  12. Sebelum di atas kaos, gunakan koran untuk memastikan tidak ada tinta yang tembus tidak semestinya,
  13. Letakkan tinta yang sudah dicampur cairan penguat/perekat khusus, fungsinya agar tinta yang mengandung rubber tidak mudah pecah, pada saat dicuci dan disetrika. (bisa ditanyakan ke penjual alat sablon), gunakan rakel untuk meratakannya,
  14. Jika dalam pola gambar terdapat lis atau garis di pinggir huruf misalnya, sebaiknya lis dicetak belakangan. Karena harus disesuaikan apabila letak tidak sesuai, dengan cara sistim todong / buka catok,
  15. Jika sudah selesai, sebaiknya screen langsung dicuci dengan sabun krim tentu dengan kain perca sebagai sikatnya. Walaupun menggunakan tinta berbasis air, apabila screen tidak langsung dibersihkan akan sesulit membersihkan tinta berbasis minyak,
  16. Lepas kaos dari triplek jika sudah kering yang sebelumnya dihadapkan dengan kipas angin, hindarkan triplek dari benang-benang sisa jahitan konveksi (bagian dalam kaos) yang menempel karena dapat mempengaruhi hasil sablonan berikutnya.

JURUSAN KIMIA TEKSTIL

Image

Jurusan Teknik Kimia mulai berdiri tahun 1990, atas permintaan perusahaan serta API ( Assosiasi Pertekstilan Indonesia ) dan ATW sepakat untuk menambah jurusan Tekstil, hal tersebut disepakati karena tuntutan pasar dan kebutuhan tenaga di bidang Pertekstilan. Untuk memenuhi kebutuhan itu jurusan tekstil di bagi menjadi 2 program studi :

Image

Progam Studi Teknik Tekstil dan Kimia Tekstil.

Program Studi Studi Teknik Tesktil
Pada Program Studi Teknik Tekstil meletakkan dasar yang kuat tentang ilmu dasar teknik tekstil dari cara pembuatan Benang, Pembuatan Kain, Aplikai desain Serta penyempurnaan Tekstil. Dengan kemajuan dan tuntutan kearah komputerisasi maka Jurusan Tekstil memberikan konsepsi serta menerapkan pada peralatan praktek dapat dikomunikasikan dengan komputer. Hal ini terbukti pada hasil karya Tugas Akhir mahasiswa berupa mesin Winding, Mesin Twisting, Mesin Pengatur Motif Juga agar dapat membuka peluang informasi secara menyeluruh juga disertakan praktikum internet.

Laboratorium Progdi Teknik Tekstil:
1.Unit Fisika
2.Unit evaluasi Tekstil
3.Unit Pertenunan
4.Unit Perajutan
5.Unit Pemintalan
6.Unit Pengendalian Mutu
7.Unit Komputer

Image

AKADEMI TEKNOLOGI WARGA

Akademi Teknologi Warga Surakarta yang didirikan sejak tahun 1974 merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) di Surakarta. Pada tahun akademik 2004/2005 jumlah Mahasiswa Akademi Teknologi Warga Surakarta untuk seluruh program studi berjumlah ± 1.100 mahasiswa dan telah meluluskan program Diploma III sebanyak ± 3000 dari semua jurusan yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Kimia. Setiap tahun Akademi Teknologi Warga Surakarta menerima mahasiswa baru untuk program D-3 rata-rata 350 mahasiswa.

Visi :

"Menjadi Perguruan Tinggi pusat pendidikan profesional, penelitian terapan, dan layanan profesi di bidang keteknikan, yang memiliki keunggulan bersaing dan berkelanjutan"

Misi :

"Menyelenggarakan pendidikan profesi untuk menghasilkan lulusan di bidang keteknikan, yang berbudi pekerti luhur, mau dan mampu bekerjasama, rajin dan ulet, inovatif dan mampu bersaing secara global, mengembangkan serta memajukan IPTekS di bidang keteknikan, untuk mendukung pembangunan nasional, pengembangan kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan bangsa"

Tujuan Pendidikan:

Menghasilkan lulusan yang:

  • a. berkemampuan profesional di bidang keteknikan, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral Pancasila, berbudi pekerti luhur, dengan kualitas yang memadai sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasinal, maupun global.

  • b. berkemampuan dalam IPTekS di bidang keteknikan yang bersifat rutin atau yang belum akrab dengan sifat-sifat maupun kontekstualnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

  • c. berkemampuan mandiri dalam pelaksanaan maupun tanggungjawab pekerjaan dan mampu melaksanakan pengawasan dan bimbingan atas dasar ketrampilan yang dimiliki.

  • d. mampu membuat, pengembangan, dan merawat secara profesional bidang-bidang keteknikan sebagai keahlian utamanya.

Teknologi Kemasan untuk Makanan Microwave

Oven microwave sebagai alternatif metode penyiapan makanan

Dulu, sebagian besar makanan di Indonesia dikemas menggunakan daun, kebanyakan menggunakan daun pisang. Dengan industri yang tumbuh dengan cukup cepat dan urbanisasi, daun mulai digantikan dengan kertas wax coklat, seperti yang sampai sekarang sering digunakan oleh warung-warung nasi. Teknologi kemasan terus berkembang dari waktu ke waktu, berbagai sistem dan mesin dikembangkan untuk memproduksi boks-boks kemasan yang menawarkan jaminan kualitas makanan yang lebih baik serta tingkat kenyamanan yang lebih tinggi bagi konsumen. Sekarang, kontainer plastik dan boks styrofoam semakin menjadi primadona di kalangan produsen makanan karena kemasan ini mudah digunakan dan dapat menjaga makanan tetap hangat dalam waktu yang lebih lama.

Jauh sebelum itu, pada tahun 2500 sebelum masehi, kontainer gelas telah digunakan di Mesir dan Babylon. Penduduk Siria menemukan teknologi blowing container dari molten glass sekitar abad pertama masehi. Prosedur dalam membuat sebuah botol tetap sama hingga abad 19. Pada 1821, mold yang dapat ditiup leher dan badannya diperkenalkan. Screw top ditemukan pada 1872, sedangkan crown cap yang dapat menyimpan bir dengan lebih baik ditemukan pada 1892.

Oven microwave pada awal perkembangannya

Pada akhir tahun 1800-an, pengemasan makanan tidak menggunakan basis sains. Di Amerika Serikat, koran dan kain bekas diketahui merupakan pengemas daging dan tepung atau gula. Tinfoill digunakan di Perancis untuk membungkus permen. Pada tahun 1850, Cadburry menggunakan kemasan komposit bagi bagian dalam coklat dan kertas stain resistant untuk bagian luarnya.

Kemasan kertas pertama dikembangkan pada tahun 1852. Penjualan meningkat karena konsumen tidak harus membawa kontainer isi ulang dari rumah untuk mewadahkan makanan. Di banyak negara, paper bag banyak digunakan untuk mengemas tepung, gula, dan makanan bagi hewan peliharaan.

Di negara-negara barat, sejak tahun 1950-an plastik masuk ke dalam industri kemasan dan menggantikan banyak kemasan yang menggunakan metal, gelas, dan kertas. Kemasan plastik lebih murah dan lebih mudah diproduksi, memiliki berat yang lebih ringan, tidak bisa patah, dan lebih murah untuk diangkut.

Industri kemasan makanan telah berkembang melampaui desain dan manufaktur kontainer-kontainer sederhana dengan fungsi dasar. Bukan hanya memenuhi standard fungsionalitas, manufaktur kemasan makanan telah berkembang menjadi lebih sophisticated dengan terintegrasinya desain produk dan grafis. Integrasi ini memastikan produk yang ditawarkan menonjol dan dapar menawarkan suatu keunikan bagi konsumen. Semua ini harus dicapai dengan harga yang efisien. Kemampuan menambahkan suatu nilai jual pada kemasan mungkinkan produsen makanan membedakan dirinya dari pemain lainnya, yang umumnya bersaing keras dalam soal harga.

Pengetahuan masyarakat mengenai pemakaian oven yang aman meningkat pada tahun 1980-an. Jumlah keluarga yang menggunakan microwave dalam rumah tangga meningkat dari 15% menjadi 78%. Produk makanan microwave meningkat dari 278 pada 1986 menjadi 1000 produk pada 1988. Sehingga pada awalnya, orang-orang memprediksi aplikasi ini akan merevolusi cara masyarakat dalam memasak dan menyiapkan makanan. Namun nyatanya, hal itu tidak terjadi pada tahun 1980-an, bahkan pada tahun 1990-an microwave biasanya hanya digunakan untuk memanaskan kembali atau untuk menyiapkan kudapan seperti pop-corn dan bukannya untuk menyiapkan makan malam.

Meskipun demikian, sekarang di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, makanan-makanan yang dapat dipanaskan kembali memiliki jenis yang sangat beragam sehingga konsumen memiliki kebebasan lebih dalam memilih makanannya. Supermarket-supermarket dalam seksi refrigerated meat and poultry, kini terus menerus menambahkan pilihan makanan yang microwavable. Selain itu, berbagai variasi microwave ready meat and poultry juga banyak terdapat, diproduksi oleh prosesor makanan besar dan perusahaan yang lebih kecil serta produsen makanan siap saji.

Microwave

Microwave oven atau yang biasa disebut microwave, adalah sebuah aplikasi dapur yang dapat memasak atau memanaskan makanan dengan pemanasan dielektrik. Cara ini menggunakan radiasi gelombang mikro (microwave) untuk memanaskan air dan molekul-molekul polar lainnya dalam makanan. Eksitasi dengan cara ini cukup merata, sehingga makanan menjadi panas dengan lebih rata daripada menggunakan pemanasan cara lain. Microwave biasa memanaskan makanan dengan cepat dan efisien, namun tidak memberikan efek browning atau memanggang makanan dengan hasil yang sama dengan oven konvensional. Hal ini menyebabkan microwave tidak cocok untuk memasak jenis makanan tertentu, atau untuk menghasilkan efek masakan tertentu. Misalnya dalam memanggang roti.

Bagian-bagian pada oven microwave

Microwave memiliki bagian utama sebagai berikut:

• sebuah magnetron,

• sebuah magnetron control circuit (biasanya dilengkapi dengan microcontroller),

• sebuah waveguide, dan

• sebuah ruang pemasak

Oven microwave bekerja dengan memancarkan radiasi gelombang mikro, biasanya pada frekuensi 2.450 MHz (dengan panjang gelombang 12,24 cm), melalui makanan. Molekul air, lemak, dan gula dalam makanan akan menyerap energi dari gelombang mikro tersebut dalam sebuah proses yang disebut pemanasan dielektrik. Kebanyakan molekul adalah dipol listrik, yang berarti mereka memiliki sebuah muatan positif pada satu sisi dan sebuah muatan negatif di sisi lainnya, dan oleh karena itu mereka akan berputar pada saat mereka mencoba mensejajarkan diri mereka dengan medan listrik yang berubah-ubah yang diinduksi oleh pancaran gelombang mikro. Gerakan molekuler inilah yang menciptakan panas.

Pemanasan oleh oven ini sangat efektif terhadap air, namun tidak begitu dengan lemak, gula, dan es. Pemanasan microwave kadang dijelaskan salah sebagai resonansi dari molekul air, hal ini terjadi hanya pada frekuensi yang jauh lebih tinggi, di sekitar 20 Gigahertz.

Karakteristik Pemanasan Oven Microwave

Microwave biasa digunakan demi efisiensi waktu dalam aplikasi industri seperti restoran dan dalam rumah tangga, bukan dalam hal kualitas memasak. Walaupun resep-resep modern saat ini mulai menyaingi resep-resep yang menggunakan oven tradisional dan kompor. Para chef profesional umumnya hanya menemukan sedikit kegunaan dari microwave karena reaksi browning, karamelisasi, dan perkembangan rasa tidak dapat terjadi. Di sisi lain, orang-orang yang menginginkan waktu memasak yang cepat dapat menggunakan microwave untuk menyiapkan makanan atau untuk memanaskan kembali makanan yang disimpan (termasuk pre-cooked frozen food yang tersedia secara komersial) dalam waktu beberapa menit saja.

Microwave juga dapat digunakan untuk mencairkan bahan makanan yang nantinya dimasak dengan cara-cara tradisional, mempersingkat waktu yang digunakan jika mencairkan makanan dengan natural. Microwave juga berguna untuk mencairkan mentega atau coklat.

Microwave biasa digunakan untuk memanaskan kembali makanan yang sebelumnya telah dimasak terlebih dahulu dan kontaminasi bakteri mungkin tidak mati apabila ‘temperatur aman’ tidak tercapai, sehingga dapat menyebabkan sakit seperti juga semua metode pemanasan kembali yang tidak baik.

Pemanasan yang tidak merata dalam makanan microwave bisa jadi disebabkan oleh distribusi energi gelombang mikro yang tidak merata di dalam oven dan karena perbedaan kecepatan absorpsi energi pada bagian-bagian makanan yang berbeda. Distribusi energi gelombang mikro dapat diatasi dengan stirrer, sebuah fan yang merefleksikan energi microwave ke berbagai arah di dalam oven ketika berputar, atau oleh wadah berputar atau karosel yang memutar makanan. Namun, cara-cara ini masih mungkin meninggalkan spot, seperti pada bagian tengah oven, yang menerima distribusi energi tidak merata.

Masalah kedua yaitu mengenai komposisi makanan dan geometrinya. Untuk mengatasi masalah geometri ini, pemasak perlu mengatur posisi makanan sedemikian rupa sehingga makanan tersebut mengabsorpsi energi dengan merata dan secara periodik mengetes dan menutupi bagian-bagian pada makanan yang mengalami overheat. Pada material-material dengan konduktivitas termal rendah dimana konstanta dielektrik meningkat dengan temperatur, pemanasan dengan microwave dapat menyebabkan ‘thermal runway’ lokal. Pada kondisi itu, thermal runway dapat menyebabkan gelas meleleh. Oleh karena fenomena tersebut, microwave oven yang diset pada level power yang terlalu tinggi mungkin memasak pinggiran frozen food, sementara bagian dalam makanan tetap beku.

Ketidakseragaman pada pemanasan microwave dapat disebabkan oleh desainnya. Beberapa kemasan microwave (misalnya kemasan pie) mungkin mengandung material keramik atau alumunium yang didesain untuk mengabsorb gelombang mikro dan dan memanaskan, membantu proses baking atau menjaga bagian pinggir tidak overheat dengan mengalirkan energi lebih rendah rendah ke area-area ini. Jejak keramik yang ada pada cardboard ditempatkan di dekat makanan dan biasanya berwarna biru atau abu-abu, biasanya dapat terlihat dengan cepat. Kemasan microwave cardboard mungkin mengandung jejak keramik overhead yang memiliki fungsi sama.

Efek pada Makanan dan Nutrisi

Setiap proses memasak pasti menghancurkan sebagian nutrien dalam makanan, namun kunci utamanya adalah seberapa banyak air yang digunakan dalam memasak, berapa lama pemasakan, dan pada temperatur berapa. Oven microwave mengkonversi vitamin B12 yang aktif menjadi tidak aktif, sekitar 30-40% vitamin B yang terdapat dalam makanan tidak berguna.

Bayam praktis tidak kehilangan nilai nutrisinya, dibandingkan dengan cara memasak dengan kompor yang menyebabkan hilangnya 77% nutrisi pada bayam. Pengolahan makanan ini dengan kompor biasanya melibatkan pendidihan, sehingga nutrien keluar. Sayur-mayur kukus biasanya mempertahankan nutrisinya dengan lebih baik jika dimasak dengan kompor daripada dengan mirowave. Bacon yang dimasak dengan microwave memiliki level karsinogenik lebih rendah daripada bacon yang dimasak secara konvensional.

Makanan Microwave

Microwave meal, atau sering juga disebut TV dinner, adalah makanan beku atau makanan dingin yang biasanya dijual dalam porsi individu. Makanan ini membutuhkan sedikit sekali preparasi dan memuat semua elemen pada satu porsi makanan.

Aneka jenis microwave meal

Awalnya TV Dinner dikemas dalam tray alumunium dan dipanaskan di oven. Kini, kebanyakan tray makanan beku dibuat dari material yang dapat dipanaskan di microwave, biasanya berupa plastik. Makanan microwave biasanya terdiri dari potongan daging, biasanya sapi atau ayam, dengan sayur-sayuran, misalnya kacang polong, jagung atau kentang, dan kadang-kadang pencuci mulut seperti brownies. Makanan pembuka bisa berupa pasta atau ikan, misalnya ikan cod. Nasi juga umum digunakan sebagai makanan sampingan.

Makanan microwave biasanya dijual di supermarket dan disimpan di dalam freezer untuk dikonsumsi kemudian. Pada saat preparasi makanan, kover plastik dicopot dan makanan dipanaskan di dalam oven microwave selama beberapa menit. Oleh karena makanan microwave telah dimasak terlebih dahulu sebelumnya, preparasi bagi makanan ini hanya membutuhkan usaha yang minimal. Makanan microwave sangat nyaman bagi konsumen, tapi bisa jadi makanan ini menelan biaya yang lebih mahal daripada masakan yang dimasak oleh konsumen dari bahan mentah seluruhnya.

Proses pembekuan biasanya menyebabkandegradasi pada rasa makanan, sehingga daging yang diproses dalam waktu lama biasanya ditambahkan dengan ekstra garam dan lemak untuk mengkompensasi kehilangan ini. Sebagai tambahan, untuk menstabilkan sebuah produk untuk waktu yang lama, biasanya berarti produsen akan menggunakan minyak sayur partially hydrogenated untuk sebagian makanan (biasanya untuk pencuci mulut). Minyak jenis ini mengandung trans-fat dan dapat mengganggu kesehatan cardiovascular.

Makanan microwave hampir selalu mengandung lebih sedikit nutrien secara signifikan daripada makanan segar. Oleh karena diformulasikan untuk tetap edible dalam waktu penyimpanan yang lama, makanan microwave biasanya ditambahkan pengawet. Satu kelebihan dari makanan beku adalah biasanya makanan-makanan tersebut telah dimasak terlebih dahulu oleh produsen makanan, sehingga konsumen hanya perlu memanaskannya kembali. Hal ini mengeliminasi kemungkinan kesalahan pemasakan karena salah memprediksi power microwave dan waktu memasak.

teknik kimia

Teknik kimia (Inggris: chemical engineering) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan "insinyur proses" (process engineer). Selain itu, insinyur teknik kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia.

Berikut ini adalah contoh yang mengilustrasikan peran seorang insinyur teknik kimia di pabrik:

“Perbedaan antara teknik kimia dan kimia dapat diilustrasikan dengan mengambil contoh proses produksi jus jeruk. Seorang ahli kimia akan berusaha untuk meneliti metode-metode ekstraksi jus jeruk. Metode yang paling sederhana yang mungkin ditemukan adalah memotong jeruk menjadi dua bagian dan kemudian memerasnya. Metode yang lebih rumit adalah dengan cara mengupas kulit jeruk dan kemudian menghancurkan jeruk untuk memperoleh jusnya.
Sebuah perusahaan kemudian menginstruksikan seorang insinyur teknik kimia untuk merancang pabrik penghasil jus jeruk dengan kapasitas produksi beberapa ribu ton jus per tahun. Insinyur tersebut akan menganalisis proses-proses produksi yang mungkin dan kemudian mengevaluasi keekonomisan setiap proses yang mungkin. Walaupun metode produksi jus dengan cara memeras sangat sederhana, proses ini tidak ekonomis karena memerlukan ribuan orang untuk mencapai target produksi. Oleh karena itu, metode lain akan dipilih (mungkin metode pengupasan dan penghancuran). Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa proses produksi yang paling sederhana dalam skala laboratorium belum tentu merupakan metode paling ekonomis pada suatu pabrik."

Teknik kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang insinyur teknik kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis. Selain melalui perancangan aliran proses produksi, seorang insinyur teknik kimia juga dapat menghasilkan proses yang ekonomis dengan merancang kondisi operasi. Beberapa reaksi kimia memiliki laju reaksi yang lebih tinggi pada tekanan atau temperatur operasi yang lebih tinggi. Proses produksi amonia adalah contoh dari pemanfaatan tekanan tinggi. Agar laju pembentukan amonia cepat, reaksi dilangsungkan dalam suatu reaktor bertekanan tinggi.

Proses-proses kimia berlangsung dalam peralatan proses. Peralatan proses umumnya merupakan satu unit operasi. Unit-unit operasi kemudian dirangkaikan untuk melakukan berbagai kebutuhan dari sintesis kimia ataupun dari proses pemisahan. Pada beberapa unit operasi, peristiwa sintesis kimia dan proses pemisahan berlangsung secara bersamaan. Penggabungan dari keduanya ini bisa dilihat dari proses distilasi reaktif.

Ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam teknik kimia, antara lain adalah:

Terdapat pula ilmu-ilmu pendukung yang teknik kimia, antara lain:

Selain ilmu dasar dan ilmu pendukung, terdapat pula kemampuan-kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan aplikatif yang perlu dikuasai oleh seorang insinyur teknik kimia, antara lain:

Kamis, 22 April 2010

Ingin membuat tulisan terbalik seperti ini?

CARA MEMBUAT TULISAN TERBALIK


terbalik

gampang.....

KAN SUDAH ADA DI KOLOM KANAN DARI WEBSITE INI, KAMU TINGGAL ISI TULISAN AJA LALU LIHAT HASILNYA DIBAWAHNYA, KAMU TINGGAL COPY AJA DAN PASTE KAN KE MANAPUN KAMU MAU,

UNTUK CHATING ATAU YANG LAINNYA TERSERAH KAMU.

CARA MEMBUAT TULISAN TERBALIK

Senin, 19 April 2010

Cara Mengatasi Kulit Siku Yang Kering

Siku adalah salah satu anggota tubuh yang sering kita lupakan perawatannya, sehingga kulit siku yang terdiri dari lipatan-lipatan kulit menjadi kering, kusam bahkan pecah-pecah.

Cara agar kulit siku menjadi lembab dan halus adalah sebagai berikut:

1. Ambil jeruk lemon, iris iris hingga tersisa bagian tengahnya

2. Ambil irisan jeruk lemon tempelkan pada gula pasir halus, kemudian secara perlahan gosokkan pada kulit siku, lakukan secara teratur 2-3 kali seminggu

Jangan lupa untuk mengoleskan pelembab atau body lotion secara teratur agar kelembutan kulit siku anda tetap tejaga.

anjuran produk untuk kulit tangan hingga siku= milk & honey gold softening hand lotion

Tips serupa: